Jumat, 04 Maret 2011

Pengertian tsunami dan tanda-tandanya mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat kita, mengingat, Indonesia sering dilanda oleh bencana tersebut. Yang paling baru adalah tsunami yang menimpa Pulau Mentawai, 26 Oktober 2010. Namun, bencana tsunami yang paling dahsyat abad ini adalah tsunami yang terjadi pada tanggal 25-26 Desember tahun 2004.
Tsunami setinggi 25 meter itu terjadi akibat gempa bumi di laut barat Sumatra atau Samudra Hindia, menewaskan lebih dari 250 ribu nyawa manusia. Dan yang paling banyak korbannya adalah warga Aceh dan sekitarnya. Korban lainnya adalah negara-negara di pesisir Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Selatan, bahkan sebagian negara Afrika.
Setelah tsunami dahsyat Samudera Hindia pada bulan Desember 2004 tersebut, beberapa negara memperbarui sistem peringatan tsunami mereka dan mulai untuk mendidik warga mereka tentang tanda-tanda peringatan tsunami dan apa yang harus dilakukan jika terjadi tsunami. Jika kita tinggal atau melakukan perjalanan di daerah rawan tsunami, mengetahui tanda-tanda peringatan tsunami dan apa yang harus dilakukan mungkin bisa menyelamatkan nyawa kita.

Pengertian Tsunami

Tsunami adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh tanah longsor atau gempa bumi besar baik di daratan maupun di dasar laut. Tsunami juga bisa disebabkan oleh meletusnya gunung api yang berada di laut.
Tsunami datang sebagai rangkaian gelombang yang dapat terjadi dalam waktu lima menit sampai satu jam, ataupun jeda dalam waktu tersebut. Gelombang pertama belum tentu yang paling berbahaya. Ukuran gelombang dapat berbeda di lokasi yang berbeda. Gelombang tsunami yang sampai di daratan akan menyapu dan menghancurkan semuanya. Itulah pengertian tsunami secara sederhana.
Sistem Peringatan Tsunami

Sistem Peringatan Tsunami harus dipasang di tempat-tempat rawan tsunami untuk mencegah adanya korban jiwa jika tsunami tersebut terjadi. Sistem ini mencatat perubahan tekanan dari dasar laut dan mengirimkan informasi ke sensor pada pelampung dan kemudian ke stasiun peringatan melalui satelit. Jika perlu, pusat-pusat peringatan mengeluarkan peringatan tsunami melalui stasiun radio dan TV untuk daerah yang bersangkutan.
Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus rawan bencana tsunami harus mempunyai sistem ini. Mungkin sudah ada beberapa yang dipasang, tapi sejauh ini, belum berfungsi optimal. Terbukti, tsunami di Kepulauan Mentawai belum bisa dideteksi untuk diumumkan kepada masyarakat setempat. Akibatnya, datangnya tsunami tidak disadari dan akhirnya memakan korban yang tak sedikit. Lebih dari 100 orang meninggal dan 500 lebih orang dinyatakan hilang. Jadi, Indonesia harus lebih melengkapi atau memasang tanda peringatan tsunami yang lebih canggih.
Tanda-Tanda atau Penyebab Terjadinya Tsunami
Pengetahuan tentang pengertian tsunami juga harus dilengkapi dengan tanda-tanda atau penyebab terjadinya tsunami. Adapun penyebab dan tanda-tanda terjadinya tsunami antara lain sebagai berikut.
Gempa Bumi
Sebuah gempa lokal seringkali merupakan peringatan pertama tsunami. Jika kita merasakan gempa di daerah rawan tsunami, dan mendengarkan peringatan dari radio atau TV, kita bersiap untuk pergi ke tempat yang lebih tinggi.
Surut Samudera
Tanda lain dari tsunami adalah kenaikan tak terduga atau surutnya air laut dari ketinggian biasanya. Air laut surut dengan cepat, terlihatnya dasar laut, terumbu karang dan ikan merupakan pertanda bahwa gelombang besar dalam perjalanan. Bila ini terjadi, kita harus segera pergi menuju tanah tinggi atau minimal 4 mil dari pantai.
Suara Gemuruh
Sebuah tsunami yang sedang mendekati menciptakan suara keras seperti sebuah kereta atau pesawat jet. Suaranya begitu bergemuruh. Jika Anda mendengar suara ini tanpa alasan apapun, kemungkinan besar itu adalah tsunami yang sedang mendekati daratan. Cepat siaga dan segera pergi ke dataran yang lebih tinggi atau daerah yang jauh dari pantai.
Nah, dengan mengetahui pengertian tsunami dan serta tanda-tandanya, diharapkan kita akan lebih waspada terhadap tsunami. Terutama jika kita tinggal atau sedang melakukan perjalanan di dekat pantai. Yang paling penting untuk menghindari tsunami adalah, segera melakukan upaya penyelamatan jika tiba-tiba ada getaran atau gempa bumi yang dirasakan. Seringkali, bahkan hampir selalu, tsunami didahului atau disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut.


www.AnneAhira.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar